Minggu, 31 Maret 2013

Web Science dan Semantic Web

Web Science

Pengertian dan Sejarah
Pengertian dari Web Science itu sendiri adalah kajian sains dari Web yang lahir dari system Informasi. Pada Web Science membutuhkan pemahaman akan Web dan juga fokus pada pengembangan terhadap kebutuhan komunikasi dan representasi.


Secara terminologi, website adalah kumpulan dari halaman-halaman situs, yang biasanya terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya berada di dalam World Wide Web (WWW) di Internet. Sebuah halaman web adalah dokumen yang ditulis dalam format HTML (Hyper Text Markup Language), yang hampir selalu bisa diakses melalui HTTP, yaitu protokol yang menyampaikan informasi dari server website untuk ditampilkan kepada para pemakai melalui web browser. Semua publikasi dari website-website tersebut dapat membentuk sebuah jaringan informasi yang sangat besar.

Penemu website adalah Sir Timothy John "Tim", Berners Lee, sedangkan website yang tersambung dengan jaringan, pertamakali muncul pada tahun 1991. Maksud dari Tim ketika membuat website adalah untuk mempermudah tukar menukar dan memperbarui informasi kepada sesama peneliti di tempat dia bekerja. Pada tanggal 30 April 1993, CERN (tempat dimana Tim bekerja) menginformasikan bahwa WWW dapat digunakan secara gratis oleh semua orang.

Perkembangan Web Science didorong oleh pergerakan generasi Web dari Web 1.0 ke Web 3.0.
Perbedaan utama dari setiap generasi adalah pada Web 1.0 masih bersifat read-only, padaWeb 2.0 bergerak ke arah read-write,sedangkan pada Web 3.0 mengembangkan hubungan manusia ke manusia, manusia ke mesin, dan mesin ke mesin. Pada Web 2.0 kegiatan sosial sudah dimulai, dengan semakin popularnya berbagai fasilitas seperti wikipedia, blog, friendster dan sebagainya. Tetapi kendala utama pada Web 2.0 adalah penangan untuk pertukaran data atau interoperabilitas masih sulit. Web 3.0 mencoba menyempurnakan Web 2.0 dengan memberikan penekanan penelitian pada Semantic Web, Ontology, Web Service, Social Software, Folksonomies dan Peer-to-Peer. Penelitian ini sangat memperhatikan ‘budaya’ sebuah komunitas terhadap kebutuhan akan sebuah data atau informasi.



Jenis-jenis:
1. Computer Science

Merupakan Desentralisasi dari informasi atau pengetahuan tentang komputer serta sistem dari jaringan sematik, proses kalkulus,dll.2. Mathematics
Merupakan penjelasan dari teori grafik network (gambaran jaringan) serta teori statistik game.3. Web Engineering
Merupakan protokol pengamanan dari akses arsitektur.4. Artificial Intelligence
Merupakan pengetahuan atau ilmu yang merepresentasikan suatu bahasa.5. Economics
Merupakan teori market dai segi makro dan mikro dalam tipe atau model ekonomi kapital.6. Law
Merupakan properti intellectual atau merupakan perangkat (driver) regular dari publik dan bertugas melawan yang berbeda jalan dalam arti kata menyimpang dari peraturan.7. Media
Merupakan fragmentasi dari sarana publik dan sarana mendiskusikan suatu isu moral serta beberapa opini/pemikiran yang muncul.8. Socio-Cultural
Merupakan nilai, sikap dan gaya hidup serta trend yang cepat yang bersifat open source (bebas).9. Psychology
Merupakan gaya atau perilaku sosial dalam bentuk properti kognitif serta metode pemikiran / proses pengolahan informasi yang bersifat eksperimental.10. Biology
Merupakan evolusi atau perubahan sistem biologi(alami) yang berangsur secara dinamis.11. Ecology
Merupakan struktur dari ekosistem-ekosistem dengan populasi yang produktif serta dinamis.



Manfaat :
 Web science dapat menyajikan ilmu pengetahuan, karena web adalah yang berisi berbagai cabang ilmu pengetahuan. Web tersebut tercipta dari informasi, yang nantinya akan menjadi disiplin ilmu pengetahuan, cara belajar yang baru dan sangat membantu dalam menyampaikan bidang ilmu pengetahuan. Semakin web science ini dikembangkan maka semakin banyak pelajar yang akan memanfaatkan untuk belajar.

Berdasarkan data yang telah saya dapat manfaat web science bagi dunia pendidikan secara garis besarnya untuk mempermudah subjek – subjek yang terkait dengan bidang pendidikan dalam mencari data dan informasi. Contoh sederhananya adalah pemberian tugas yang dapat dikirimkan via e-mail kepada guru atau dosen. Memang terlihat praktis bagi orang yang mengerti menggunakan internet sebagai media tersebut. Apabila diberikan kepada orang awam tentu belum mengerti sepenuhnya. Maka dari itu pemberitahuan penggunaan internet secara baik dan benar perlu dilakukan.
Berikut beberapa kegunaan Web Science di dunia pendidikan :
·                     Sebagai perpustakaan online
·                     Pengganti pembelajaran di kelas / virtual class
·                     Jurnal - jurnal terbaru menyangkut perkembangangan IPTEK
·                     Media berkomunikasi dengan para ahli di bidang IPTEK
·                     Berbagi pengetahuan dan membahas suatu permasalahan bersama



Semantic Web

Sejarah Semantic Web
Semantic web dicetuskan pertama kali oleh Tim Berners-Lee, James Hendler, dan  Ora  Lassila,  di  majalah  Scientific American  pada  tahun  2001.  Sejak  itu,  Tim Berners-Lee  yang   juga   merupakan   direktur   dari   W3C  membentuk  tim  kerja  yang  membidangi semantic web serta infrastrukturnya pada tahun 2001. Aktivitas dari tim ini bisa dilihat dihttp://www.w3.org/2001/sw/. Tim   tersebut   merumuskan   berbagai   infrastruktur   untuk   keperluan   semantic web, antara lain adalah RDF (Resource Definition Framework), n3, Ontology, dan lainlain,   serta   membangun   berbagai   software   yang   diperlukan   (IsaViz untuk  mengedit RDF, cwm – close world machine, dan lainlain). Beberapa infrastruktur memang telah tersedia di W3C, seperti misalnya infrastruktur untuk display berbasis XML (XHTML, SVG, dan lainlain).

Pengertian Semantic Web

Semantic web merupakan visi untuk membuat web lebih dipahami oleh mesin
(“making web more  understandable  by  machine”).   Menurut Tim Berners-Lee (Berners-Lee, Tim, et.al, 1999):
"The Semantic Web is a Web that includes documents, or portions of documents,
describing explicit relationships, between things and containing semantic information
intended for automated processing by our machines."
Dari definisi tersebut, bisa dipahami bahwa semantic web berkaitan dengan
dokumen atau bagian dokumen yang mendeskripsikan hubungan secara eksplisit serta berisi informasi semantik (seperti “bekerja pada”, “anak dari”, dan lainlain) yang memang dimaksudkan untuk diproses oleh mesin. Perlu diketahui bahwa defisini  disini lebih ditekankan pada “bisa dipahami oleh mesin” bukan pada “bisa dibaca oleh mesin” karena web saat ini pun sebenarnya bisa dibaca oleh mesin, tetapi nilai semantiknya yang tidak ada.
Semantic Web merupakan suatu visi  dari Tim  Berners-Lee untuk membuat web menjadi  sumber  daya data yang bermakna.  Hal ini bisa diwujudkan dengan menggunakan infrastruktur yang didefinisikan oleh kelompok kerja di W3C. Seperti telah diketahui, web saat ini menggunakan HTML sebagai komponen utama. HTML membuat presentasi serta isi dari web menjadi satu. Hal ini merupakan kelemahan dari web yang ada saat ini karena hal tersebut menyebabkan data hanya bisa dipahami oleh manusia dan pada gilirannya akan menyulitkan presentasi, klasifikasi, pencarian, pembuatan katalog, serta human reasoning. “Dipahami” disini mengacu pada kemampuan mesin untuk mendeskripsikan keterkaitan antar  data  serta  representasi  graph  dari   data  tersebut).  Pendefinisian  data  tersebut dilakukan dengan pembuatan model data RDF. Model data RDF ini bisa digunakan oleh berbagai API (Application Programming Interface) seperti  Jena dari HP, 4Suite dari   Fourthought   Inc.,  dan  lain-lain.  Dengan   demikian,  tugas   pengembang   peranti
lunak akan lebih mudah dalam pengelolaan data.

Contoh Kasus untuk Pemanfaatan Semantic Web
Contoh sederhana adalah tentang pencarian di web. Penggunaan mesin pencari seperti Google, Altavista, Yahoo, dan lainlain hanya mendasarkan pencariannya pada metadata yang terdapat pada header file HTML. 
Pengembangan yang lebih berguna lagi ada pada pemanfaatan software agent
bersama dengan semantic web untuk keperluan  crawling, generalisasi, kategorisasi, serta  reasoning  data.   Sebagai   contoh,   seorang   pengembang   bisa   mengembangkan suatu  software   agent  yang   mengumpulkan   data   tentang   suatu  resource,   misalnya tentang   “dokter   umum   yang   berpraktik   di   yogyakarta”,   menemukan   atribut   “jam praktik”, membuat perjanjian untuk pemeriksaan, serta memberitahu ke user tentang rencana periksa ke dokter tersebut.



Source :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar